KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Server dan Infrastruktur, menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa dari divisi ini berhasil menjadi juara pertama dalam Kompetisi Infrastruktur dan Cloud Computing Nasional 2026 (KICCN 2026) yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 127 tim dari berbagai universitas terkemuka se-Indonesia dan digelar pada 25–29 Maret 2026 di Jakarta Convention Center.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Rendra Pratama (semester VI), Muhammad Ihsan Falah (semester IV), dan Siti Nurhaliza Wijaya (semester V), yang semuanya berasal dari program studi Teknik Informatika dengan spesialisasi Infrastructure Engineering. Mereka mengalahkan tim-tim kompetitor dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan universitas-universitas top lainnya dengan solusi inovatif dalam mengelola sistem server dan infrastruktur cloud computing yang kompleks.
“Ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kami terhadap pendidikan berkualitas dan pembinaan mahasiswa berprestasi di bidang teknologi informasi telah membuahkan hasil yang luar biasa,” ujar Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, S.T., M.T., saat memberikan keterangan pers di Auditorium Utama Kampus Pusat, Rabu (02/04/2026).
Latar Belakang Kompetisi dan Partisipasi Mahasiswa
Kompetisi Infrastruktur dan Cloud Computing Nasional 2026 merupakan ajang tahunan yang dirancang untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta-talenta muda di bidang infrastruktur teknologi informasi. Kompetisi ini mencakup berbagai kategori tantangan, mulai dari konfigurasi server Linux dan Windows, implementasi cloud infrastructure as a service (IaaS), network security, hingga disaster recovery planning.
Ketiga mahasiswa Universitas Mandala Waluya mulai mempersiapkan diri sejak awal Januari 2026 di bawah bimbingan Kepala Unit Server dan Infrastruktur, Dr. Adi Purnomo, S.Kom., M.T., dan tim mentor senior lainnya. Mereka mengikuti program intensif selama tiga bulan yang meliputi workshop teknis, studi kasus real-world, dan simulasi kompetisi berkala.
“Proses persiapan kami sangat sistematis dan terstruktur. Kami tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik langsung dengan infrastruktur nyata yang kami kelola di universitas,” jelas Rendra Pratama, ketua tim pemenang, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada Selasa (01/04/2026).
Solusi Inovatif yang Memenangkan Kompetisi
Dalam final kompetisi yang berlangsung selama lima jam nonstop, ketiga mahasiswa ini diminta merancang dan mengimplementasikan infrastruktur cloud computing yang dapat menangani lonjakan traffic 500 persen dalam waktu singkat, sekaligus memastikan keamanan data dan uptime 99.99 persen. Tantangan ini dirancang untuk mensimulasikan situasi bisnis e-commerce saat flash sale atau momen penjualan besar-besaran.
Tim Universitas Mandala Waluya berhasil mengintegrasikan beberapa teknologi terdepan, termasuk Kubernetes untuk container orchestration, implementasi load balancer dengan algoritma intelligent routing, serta sistem monitoring dan alerting berbasis artificial intelligence. Solusi mereka juga mencakup strategi backup dan disaster recovery yang redundan di multiple data center geografis.
“Keunggulan tim kami terletak pada pendekatan holistik mereka dalam memecahkan masalah. Mereka tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomis, skalabilitas jangka panjang, dan sustainability dari infrastruktur yang mereka bangun,” ungkap Drs. Hendra Kusuma, M.Cs., Juri Utama Kompetisi KICCN 2026 dan Senior Infrastructure Architect dari perusahaan teknologi multinasional terkemuka, dalam sesi penghargaan.
Muhammad Ihsan Falah, anggota kedua tim, menambahkan bahwa keberhasilan mereka juga didukung oleh akses ke fasilitas laboratorium dan peralatan modern yang dimiliki Unit Server dan Infrastruktur Universitas Mandala Waluya. “Kami memiliki akses penuh ke server fisik, virtual environment, dan networking equipment yang memungkinkan kami berlatih dengan kondisi sebenarnya,” katanya.
Sementara itu, Siti Nurhaliza Wijaya, anggota ketiga, menekankan pentingnya kolaborasi tim dan komunikasi yang efektif dalam menangani tekanan kompetisi tingkat nasional. “Dalam situasi time-pressure seperti itu, setiap anggota tim harus memahami peran mereka dengan sangat jelas. Kami berhasil membagi tugas sesuai keahlian masing-masing dan tetap sinkron sepanjang kompetisi,” ujarnya.
Komitmen Universitas Mandila Waluya terhadap Pengembangan Talenta
Prestasi ini bukan kebetulan. Universitas Mandala Waluya, sejak berdiri pada tahun 1989, telah menunjukkan komitmen konsisten terhadap pengembangan infrastruktur pendidikan dan pembinaan mahasiswa berprestasi. Khususnya, Unit Server dan Infrastruktur didirikan pada tahun 2015 dengan visi menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan teknologi infrastruktur dan cloud computing di wilayah Indonesia Timur.
“Unit ini bukan hanya bagian dari sistem administrasi kampus, tetapi juga menjadi laboratorium praktik bagi mahasiswa untuk belajar mengelola infrastruktur teknologi skala enterprise,” jelas Dr. Adi Purnomo, Kepala Unit Server dan Infrastruktur. “Kami mengelola lebih dari 50 server fisik, 200 virtual machine, dan infrastruktur jaringan yang melayani lebih dari 15.000 pengguna kampus. Mahasiswa mendapat pengalaman nyata yang sangat berharga.”
Investasi universitas dalam pelatihan berkelanjutan juga sangat signifikan. Setiap tahun, Universitas Mandala Waluya mengalokasikan dana khusus untuk sertifikasi internasional mahasiswa, seperti Linux Professional Institute (LPI), Certified Kubernetes Administrator (CKA), dan AWS Certified Solutions Architect. Hingga saat ini, lebih dari 120 mahasiswa telah meraih sertifikasi-sertifikasi tersebut.
Dampak bagi Ekosistem Pendidikan Kampus
Prestasi mahasiswa tingkat nasional ini memiliki dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan di Universitas Mandala Waluya. Pertama, hal ini meningkatkan reputasi dan kredibilitas program studi Teknik Informatika, khususnya spesialisasi Infrastructure Engineering. Kedua, prestasi ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan meraih prestasi setinggi mungkin.
“Kami akan menggunakan momentum ini untuk memperluas program pembinaan talenta. Tahun depan, kami merencanakan untuk mengirimkan minimal lima tim ke kompetisi tingkat nasional dan internasional,” ujar Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Wakil Rektor Akademik, Prof. Dr. Suwardi, M.Eng.
Selain itu, keberhasilan ini juga membuka peluang kerjasama dengan industri. Beberapa perusahaan teknologi terkemuka telah menunjukkan minat untuk merekrut alumni dari Unit Server dan Infrastruktur Universitas Mandala Waluya. “Kami sudah menerima lamaran langsung dari tiga perusahaan multinasional untuk magang dan penempatan kerja setelah lulus,” ungkap Muhammad Ihsan Falah dengan senyuman bahagia.
Persiapan Menuju Kompetisi Internasional
Menariknya, pihak kampus juga merencanakan untuk mengirimkan ketiga mahasiswa berprestasi ini ke ajang kompetisi internasional. “Kami sedang memproses aplikasi mereka untuk mengikuti World Cloud & DevOps Challenge 2026 yang akan diselenggarakan di Silicon Valley pada September mendatang,” jelas Dr. Adi Purnomo.
Komitmen ini didukung oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Drs. Cahyo Wibowo, S.H., M.H., yang turut hadir dalam acara apresiasi mahasiswa berprestasi, menyatakan: “Prestasi anak-anak muda Kendari ini adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara. Pemerintah daerah siap mendukung upaya untuk mengembangkan potensi mereka lebih jauh, termasuk persiapan menuju kompetisi internasional.”
Testimoni dan Pembelajaran Berharga
Ketiga mahasiswa pemenang juga berbagi pembelajaran penting yang mereka peroleh dari pengalaman kompetisi ini. Rendra Pratama menekankan pentingnya continuous learning dalam bidang teknologi yang terus berkembang pesat. “Teknologi infrastruktur berubah dengan sangat cepat. Mindset pembelajaran seumur hidup adalah kunci untuk tetap relevan dan kompetitif,” katanya.
Muhammad Ihsan Falah menekankan nilai kerjasama dan networking. “Melalui kompetisi ini, kami bertemu dengan ribuan profesional dan praktisi dari industri teknologi. Networking yang kami bangun akan menjadi aset berharga untuk pengembangan karir kami ke depannya,” ungkapnya.
Sementar itu, Siti Nurhaliza Wijaya menyoroti pentingnya resiliensi dan kemampuan mengatasi tantangan. “Tidak semua ide pertama kami berhasil. Ada beberapa kali kami harus kembali ke tahap awal dan mencoba pendekatan berbeda. Yang penting adalah tidak menyerah dan terus berinovasi,” katanya dengan bijak.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya dalam Kompetisi Infrastruktur dan Cloud Computing Nasional 2026 adalah testimoni nyata dari kualitas pendidikan dan dedikasi mahasiswa dalam mengejar keunggulan. Dengan dukungan dari dosen pembimbing, infrastruktur kampus yang memadai, dan komitmen universitas terhadap pengembangan talenta, mahasiswa lokal dari Kendari telah membuktikan bahwa mereka mampu berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini dapat menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Universitas Mandala Waluya, yang terletak di pinggiran Kota Kendari, telah menunjukkan bahwa lokasi geografis bukanlah hambatan untuk menghasilkan talenta-talenta unggul yang dapat bersaing di panggung nasional dan dunia.
(Pembaruan berita ini akan ditayangkan di portal berita kampus resmi dan media sosial Universitas Mandala Waluya)