KENDARI — Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Server dan Infrastruktur (USI), secara resmi meluncurkan Program Magang Intensif Bidang Cloud Computing dan Cybersecurity pada Senin, 31 Maret 2026. Inisiatif akademik terbaru ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya permintaan tenaga kerja profesional di bidang teknologi informasi di wilayah Sulawesi Tenggara dan nasional.
Program magang intensif selama delapan minggu ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada 45 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Mandala Waluya. Peserta akan bekerja langsung dengan infrastruktur data center kampus sambil mendalami teknologi terkini dalam pengelolaan server, cloud infrastructure, dan sistem keamanan siber.
“Kami melihat ada kesenjangan signifikan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan universitas pada umumnya,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno, Kepala Unit Server dan Infrastruktur Universitas Mandala Waluya, dalam sambutannya pada acara peluncuran yang diadakan di Gedung Teknik Informatika, Rabu, 01 April 2026. “Program magang intensif ini bukan sekadar kegiatan akademik biasa, melainkan jembatan nyata antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik industri yang sesungguhnya.”
Menurut Dr. Bambang, program ini lahir dari rekomendasi survei kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan Universitas Mandala Waluya bekerja sama dengan Asosiasi Industri Teknologi Informasi Indonesia (AITI) pada semester sebelumnya. Survei melibatkan 87 perusahaan IT lokal dan nasional yang mengindikasikan bahwa 76 persen perusahaan kesulitan menemukan talenta muda yang mampu mengelola infrastruktur cloud dan sistem keamanan siber dengan kompeten.
Struktur dan Kurikulum Program
Program Magang Intensif Bidang Cloud Computing dan Cybersecurity terbagi menjadi empat fase pembelajaran utama. Fase pertama, selama dua minggu pertama, fokus pada pengenalan infrastruktur data center Universitas Mandala Waluya dan pemahaman mendalam tentang arsitektur server modern. Pada fase ini, peserta magang akan belajar langsung dari para teknisi berpengalaman yang telah bekerja di unit USI selama bertahun-tahun.
“Kami memiliki 18 teknisi senior yang akan mendampingi setiap peserta magang,” jelas Ir. Siti Nurhaliza, Koordinator Program Magang dari Unit Server dan Infrastruktur. “Setiap kelompok terdiri dari tiga hingga lima mahasiswa yang ditugaskan pada satu mentor. Dengan rasio seperti ini, kami yakin setiap peserta mendapat perhatian dan pembelajaran yang optimal.”
Fase kedua berlangsung minggu ketiga hingga keempat, di mana peserta akan fokus pada cloud computing. Mereka akan mempelajari platform cloud computing populer seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP). Dalam fase ini, peserta juga akan melakukan praktik konfigurasi virtual machines, load balancing, dan disaster recovery planning.
Fase ketiga, yang dilaksanakan pada minggu kelima dan keenam, merupakan bagian yang paling intensif. Peserta akan mendapat exposure mendalam tentang cybersecurity, termasuk penetration testing, vulnerability assessment, dan incident response management. Para pembimbing akan menggunakan sistem sandbox (lingkungan uji coba terisolasi) sehingga peserta dapat bereksperimen tanpa takut merusak sistem produksi kampus.
Fase akhir, pada minggu ketujuh dan kedelapan, merupakan fase praktik lapangan dan pembuatan laporan akhir. Para peserta akan ditugaskan untuk mengidentifikasi satu permasalahan atau potensi peningkatan dalam infrastruktur kampus, lalu mengajukan solusi konkret beserta implementasi teknis. Hasil kerja mereka akan dipresentasikan kepada pejabat universitas dan para ahli eksternal dari industri.
Melibatkan Narasumber Industri
Salah satu keunggulan program ini adalah keterlibatan langsung para praktisi dari industri. PT. Nusa Digital Indonesia, sebuah perusahaan konsultan IT terkemuka dengan kantor di Jakarta dan Makassar, telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Mandala Waluya untuk memberikan sertifikasi dan mentoring tambahan.
Bambang Wijaya, Direktur Operations PT. Nusa Digital Indonesia, mengatakan bahwa perusahaannya antusias dengan inisiatif ini. “Kami melihat bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki komitmen serius terhadap peningkatan kualitas talenta lokal. Program magang ini akan membantu kami mengidentifikasi talenta-talenta muda yang berpotensi untuk bergabung dengan tim kami setelah lulus,” papar Bambang Wijaya melalui sambutan video yang ditampilkan dalam acara peluncuran.
Selain itu, Lembaga Sertifikasi Internasional Cisco Networking Academy dan CompTIA juga menjadi mitra dalam memberikan sertifikasi kepada peserta yang berhasil menyelesaikan program. Peserta akan berkesempatan mengikuti ujian sertifikasi CompTIA Security+ dan Cisco CCNA dengan biaya subsidi dari universitas.
“Kami percaya bahwa sertifikasi internasional ini akan meningkatkan daya saing lulusan kami di pasar kerja,” kata Ir. Siti Nurhaliza. “Banyak perusahaan multinasional yang mensyaratkan sertifikasi CompTIA atau Cisco bagi calon karyawan mereka. Dengan program ini, kami memberikan akses yang sebelumnya mungkin tidak terjangkau bagi mahasiswa kami.”
Dampak dan Harapan ke Depan
Dampak program magang intensif ini sudah terlihat sebelum peluncuran resmi. Penerimaan pendaftaran peserta dibuka pada 15 Maret 2026, dan dalam waktu dua minggu, universitas menerima 127 pendaftaran dari mahasiswa tahun kedua, ketiga, dan keempat. Angka tersebut jauh melebihi kuota awal 45 peserta.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Mudjiono, M.Sc., menyambut antusias kepala unit atas inisiatif ini. “Program magang intensif adalah bagian integral dari transformasi akademik yang kami jalankan. Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang tahu teori, tetapi lulusan yang siap bekerja dan mampu berkontribusi sejak hari pertama di tempat kerja mereka,” ungkap Prof. Mudjiono dalam pidatonya pada acara peluncuran.
Rektor juga mengumumkan alokasi dana tambahan sebesar Rp. 850 juta dari anggaran universitas untuk mendukung program ini, termasuk peningkatan infrastruktur hardware, pelatihan tambahan bagi pembimbing, dan pemberian insentif kepada peserta magang terbaik.
Lulusan program magang diharapkan dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai dan berkontribusi pada industri teknologi informasi, baik di sektor publik maupun swasta. Lebih jauh lagi, universitas berharap bahwa beberapa peserta magang yang berprestasi dapat langsung direkrut oleh mitra industri tanpa perlu menunggu kelulusan formal.
Testimoni Peserta Magang
Muhammad Fadli, mahasiswa semester enam dari Program Studi Teknik Informatika, adalah salah satu dari 45 peserta magang yang diterima. “Saya sangat excited dengan program ini. Saat ini, saya masih belajar teori tentang cloud computing dan cybersecurity, tetapi tidak ada kesempatan praktek yang benar-benar menyentuh sistem nyata. Program ini memberi saya apa yang saya butuhkan,” kata Fadli dengan penuh antusiasme.
Sementara itu, Putri Rahmadani, peserta magang dari Program Studi Sistem Informasi, menambahkan bahwa program ini juga memberi kesempatan untuk networking. “Saya sudah bertemu dengan teknisi-teknisi berpengalaman dari berbagai perusahaan. Mereka memberikan insights tentang apa yang benar-benar dibutuhkan industri dan bagaimana cara mengembangkan karir di bidang ini,” tutur Putri.
Rencana Pengembangan Lebih Lanjut
Dr. Bambang Sutrisno mengungkapkan bahwa program magang intensif ini baru merupakan langkah pertama dalam rencana pengembangan yang lebih besar. Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Server dan Infrastruktur, sedang mempersiapkan pembukaan laboratorium khusus bernama “Advanced Infrastructure Lab” yang akan dilengkapi dengan peralatan-peralatan terkini untuk praktik cloud computing dan cybersecurity.
“Kami juga sedang merancang sebuah program sertifikasi internal yang terintegrasi dengan kurikulum akademik reguler. Mahasiswa tidak hanya mendapat nilai di mata kuliah mereka, tetapi juga mendapat kredensial yang diakui industri,” jelasnya.
Selain itu, universitas juga merencanakan untuk mengadakan “Tech Seminar Series” setiap bulan di mana praktisi industri akan memberikan insights tentang perkembangan terkini dalam teknologi infrastruktur dan keamanan siber. Seminar ini akan terbuka untuk seluruh mahasiswa universitas, bukan hanya peserta magang.
Penutup
Program Magang Intensif Bidang Cloud Computing dan Cybersecurity yang diluncurkan Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Server dan Infrastruktur, menandai babak baru dalam pendekatan akademik universitas terhadap praktik industri. Dengan melibatkan mitra industri, memberikan sertifikasi internasional, dan menyediakan mentor berpengalaman, program ini dirancang untuk menjembati kesenjangan antara pendidikan akademik dan kebutuhan pasar kerja.
Diharapkan, dengan adanya program ini, Universitas Mandala Waluya dapat terus meningkatkan relevansi kurikulumnya, menghasilkan lulusan yang kompeten, dan berkontribusi pada pengembangan industri teknologi informasi di Sulawesi Tenggara khususnya, dan Indonesia secara umum. Waktu peluncuran program yang tepat ini, di era transformasi digital yang semakin cepat, membuat inisiatif Universitas Mandala Waluya semakin bermakna dan selaras dengan kebutuhan zaman.
(Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dan data resmi dari Universitas Mandala Waluya, 01 April 2026)
—
Kata kunci: Universitas Mandala Waluya, Unit Server dan Infrastruktur, magang cloud computing, cybersecurity, pendidikan teknologi informasi, Kendari